Multimedia Portal | ISI Denpasar

Oratorium Kala Kali th 2004

Oratorium Kala Kali th 2004

Krisis moral dan lunturnya patriotisme adalah sebuah petaka bagi sebuah bangsa. Tema ini dilontarkan dalam sebuah seni pertunjukan bertajuk “kalakali” yang didukung oleh ratusan mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sabtu tanggal 5 juni lalu. Berdurasi sekitar 30 menit, sajian seni ini tampak cukup menyengat. Kontektualisasinya terasa mengena dan menyentuh. Judul “kalakali” melukiskan ketika sebuah  bangsa atau negeri dicengkeram kegulitan hati dan nurani. Kisah ini dikais dari sebuah mitologi. Diceritakan dari pertemuan cinta asmara liar dewa siwa dan dewi uma lahir raksasa kala yang beringas, bengis, dan rakus. Untuk menyalurkan hasrat ganas dan agresifnya, Siwa mengijinkan putranya mencari mangsa ke mayapada. Di mayapada, kala sangat begitu sulit menangkap buruannya, seorang bocah bernama Rare Kumara. Kumara belari dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya yang akhirnya kemudian diselamatkan oleh Dewa Iswara.

You do not have Adobe Flash Player installed on your computer or your Flash Version is outdated. You need Flash Player to view this medium. Download Flash Player now.

Description

Krisis moral dan lunturnya patriotisme adalah sebuah petaka bagi sebuah bangsa. Tema ini dilontarkan dalam sebuah seni pertunjukan bertajuk “kalakali” yang didukung oleh ratusan mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sabtu tanggal 5 juni lalu. Berdurasi sekitar 30 menit, sajian seni ini tampak cukup menyengat. Kontektualisasinya terasa mengena dan menyentuh. Judul “kalakali” melukiskan ketika sebuah  bangsa atau negeri dicengkeram kegulitan hati dan nurani. Kisah ini dikais dari sebuah mitologi. Diceritakan dari pertemuan cinta asmara liar dewa siwa dan dewi uma lahir raksasa kala yang beringas, bengis, dan rakus. Untuk menyalurkan hasrat ganas dan agresifnya, Siwa mengijinkan putranya mencari mangsa ke mayapada. Di mayapada, kala sangat begitu sulit menangkap buruannya, seorang bocah bernama Rare Kumara. Kumara belari dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat lainnya yang akhirnya kemudian diselamatkan oleh Dewa Iswara.

Comments: 0

No comments so far


Comment this item

Please log in or register in order to comment this medium.